Langsung ke konten utama

Postingan

Refleksi Singkat dari Kader HMI 2025 (Faradis) terhadap Kemunduran HMI

Faradis Hakim (Kader HMI Idham Chalid 25) Malang, LAPMI -  Himpunan Mahasiswa Islam adalah organisasi yang tertua dan terbesar di Indonesia bahkan masi memiliki cabang istimewa lainnya yg ada di luar negara. Organisasi ini berdiri pada tanggal 05 Februari 1947 bertepatan di jogjakarta. Lahirnya organisasi ini berangkat dari keresahan ayahanda Lafran Pane atas keadaan objektif Indonesia pada saat itu, bukan hanya itu tetapi polemik islam yang saling menyalahkan antara paham yang satu dengan yang lainnya. Semisal NU dan muhammadiyah mempermasalahkan soal qunut dan lainya yg mempunyai perbedaan pandangan di dalamnya.  Himpunan Mahasiswa Islam atau sering disingkat HMI, hadir dengan visi dan misi yang berusaha mempertahankan negara kesatuan Republik indonesia dan menegakkan dan mengembangkan agama islam. Visi serta misi HMI terus mengalami evolusi dalam perumusan atas dasar semakin kompleks problem yang terjadi hari ini. Kemudian pada akhirnya di kongres HMI di palembang tahun ...
Postingan terbaru

Dari Kota Kata dan kita, Ke Sebuah Tutorial Bernafas Otomatis di Era Modernisasi, Menolak Cara Bernafas Manual, zaman Klasik

Rahmat Watimena(Penulis) "Astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah." "Alhamdulillah, sama kita selesaikan tiga kali istighfar, banyak-banyak istighfar." "Tenang, baru intro belum inti." Arus perubahan zaman seperti makanan yang kita makan. Pola konsumsi menentukan pola pikir, berefek pada tubuh kita. Pola pikir ini menentukan bagaimana budaya baru hadir: apakah saling terkontaminasi antara tradisional berbudaya dan perpaduan perkembangan budaya orang modern hari ini? Pola konsumsi tadi bisa kita per halus seperti ini: wadah makannya adalah kota, kata selayaknya sendok makan, dan kita selayaknya sendok garpu. Sebab karena hal ini terjadi, maka ada dua unsur dalam melihat dunia. Sudahlah, ini hanya menjadi prolog abal-abal saja. Paradam-paradam, well… “Tidak usah berpikir panjang, Ketua. Toh hidup hanya soal bagaimana kita bernapas, manual ataukah otomatis.” Kalau lagi membaca ini coba… “Pastikan cara bernapas mu masihkah otomatis?” Dan sambil pikir te...

Budaya Berpadu di Ruang Kaderisasi: Mahasiswa Asal Sudan Ikut LK 1 HMI Komisariat Unitri, Satukan Wajah Islam Inklusif Lintas Negara

Foto Mahasiswa Asal Sudan, Khaled Mohammed Haroun(kiri)- Dok: Lapmihmimalang/Lukman Malang, LAPMI -  Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Unitri (KOMUNI) Malang kembali mencatat sejarah baru dengan menyelenggarakan Latihan Kader 1 (LK 1) atau Basic Training pada 7–9 November 2025 di Graha Yakusa, Kabupaten Malang. Agenda kaderisasi tahunan ini hadir dengan nuansa yang berbeda karena untuk pertama kalinya diikuti peserta dari mancanegara, semakin menegaskan posisi HMI sebagai organisasi mahasiswa muslim yang inklusif serta terbuka terhadap keberagaman budaya dan bangsa. Kegiatan LK 1 diikuti oleh 22 mahasiswa baru dari berbagai fakultas di Universitas Tribhuwana Tunggadewi. Namun perhatian peserta tertuju pada kehadiran Khaled Mohammed Haroun, mahasiswa asal Sudan yang tengah menempuh studi di Unitri Malang. Kehadirannya menjadi simbol bahwa nilai keislaman dan keindonesiaan yang diusung HMI mampu merangkul generasi muda lintas negara. Sebagai mahasiswa internasional, Khaled me...

Langkah Awal Penguatan Nilai Kesadaran dan Integritas pada Diri Kader, HMI Cabang Surabaya Komisariat Syari'ah Sunan Ampel Sukses Gelar Latihan Kader 1

HMI Cabang Surabaya Kom Syari'ah Sunan Ampel Gelar LK 1 di Villa Bukit Tlekung(Dok: Istimewa) Batu, LAPMI - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Surabaya komisariat Syari’ah Sunan Ampel sukses menyelenggarakan Latihan Kader 1 (LK-1) sebagai langkah awal perjalanan seorang mahasiswa berproses dalam organisasi HMI, kegiatan tersebut berlangsung selama 4 hari, sejak Kamis malam (13/11/2025) hingga Minggu (16/11/2025), bertempat Villa Bukit Tlekung kota Batu Jawa Timur. Kegiatan ini mengusung tema “Terbentuknya Insan Akademis Berkualitas Yang Sadar Peran Organisasi dan Tanggung Jawab Sebagai Kader Ummat dan Bangsa”. Kegiatan LK1 ini merupakan agenda kaderisasi dasar dalam struktur keorganisasian HMI. Kegiatan ini juga menjadi langkah awal bagi seorang mahasiswa yang ingin tergabung menjadi bagian dari keluarga besar HMI. Dalam agenda ini ketua umum Komisariat Syari’ah Sunan Ampel Surabaya (M. Nur Alifan Zainal Muttaqin) menyampaikan dalam sambutannya ketika opening ceremony LK 1 “ un...

Merawat Masa Depan Bahari: 17 Anggota Muda LEPPAMI HMI Cabang Malang Gelar Penanaman Mangrove di Estuari Bajul Mati

Foto bersama 17 Anggota Leppami HMI Cabang Malang sesuai melaksanakan penanaman Mangrove (Dok: Fiko/Lapmihmimalang) Malang, LAPMI — Lembaga Pengembangan Pariwisata dan Pecinta Alam Mahasiswa Islam (LEPPAMI) Cabang Malang menggelar aksi nyata konservasi lingkungan yang mendebarkan di kawasan muara selatan Malang. Sebanyak 17 Anggota Muda LEPPAMI Cabang Malang yang baru saja disahkan pada hari yang sama di Sungai Alas Bajul, langsung dihadapkan pada tugas perdana mereka: menanam pohon mangrove di Sungai Bajul Mati, Desa Sidodadi, Gedangan, pada Ahad (16/11/2025). Aksi yang penuh semangat ini menjadi penanda dimulainya kiprah anggota baru LEPPAMI. Mereka membuktikan bahwa status keanggotaan bukan hanya tentang seremonial, melainkan tentang tanggung jawab dan kontribusi langsung terhadap alam. Pelantikan dan Aksi Nyata: "Kita Tanam, Kita Jaga" Proses pelantikan 17 anggota muda tersebut berlangsung khidmat dan ditutup dengan Pembacaan SK (Surat Kelulusan) Anggota Muda Leppami Ke- ...

Mahkota Darah dan Ironi Sejarah, Ketika Negara Membunuh Ingatan

Safira Ahmad (Kabid PPPA  HMI Komuni Periode 2024-2025) Malang, LAPMI -  Ironi adalah bumbu paling pahit dalam politik. Di Indonesia, ironi itu terwujud dalam sebuah kontradiksi sejarah yang membelah nalar keadilan: negara yang sama, dalam waktu yang berbeda, memberikan gelar pahlawan kepada korban buruh yang dibunuh, Marsinah dan kepada pemimpin tertinggi yang kekuasaannya bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut . Marsinah, seorang aktivis buruh yang suaranya dibungkam dengan keji pada tahun 1993, kini diabadikan sebagai salah satu simbol keberanian melawan penindasan. Ia adalah martir, pahlawan sejati yang membela hak normatif buruh dari cengkeraman kekuasaan otoriter Orde Baru. Namun, di sisi lain, wacana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto, yang merupakan pucuk pimpinan dari rezim penindasan itu, terus dihidupkan. Ironisnya, ketika penguasa memberikan gelar pahlawan kepada Marsinah, di sisi lain mereka juga memberikan gelar pahlawan kepada penguasa yang be...

Membongkar Mitos: Perpeloncoan dan Pembulian dalam Diklat Jurusan Bukanlah "Pembentukan Mental"

Nazia Kamala Kasim  (Mahasiswa Jurusan Administrasi Publik 2025 Universitas Tribhuwana Tungga Dewi Malang) Malang, LAPMI - Musim penerimaan mahasiswa baru seharusnya menjadi masa-masa yang paling dinantikan: dipenuhi janji-janji persahabatan, eksplorasi ilmu, dan langkah awal menuju kemandirian. Namun, bagi ribuan mahasiswa baru di berbagai institusi, euforia itu seringkali harus dibayar mahal. Di balik foto-foto ceria dan slogan "solidaritas," tersimpan cerita sunyi tentang bentakan, intimidasi, dan tugas-tugas merendahkan yang terjadi dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus. Sejatinya, kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus seharusnya menjadi sarana yang menyenangkan untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan akademik dan sosial. Namun, harapan ini seringkali pupus karena maraknya perpeloncoan (hazing) dan pembulian (bullying) di banyak institusi, yang justru meninggalkan dampak negatif secara mental ...