Mijar Alif Fahmi (Manusia Resah) Malang, LAPMI - Kita hidup di zaman ketika kata presisi dielu-elukan sebagai simbol profesionalitas. Semuanya harus terukur, terencana, terarah. Tapi dalam tragedi meninggalnya seorang bocah akibat dugaan pemukulan oleh aparat, presisi itu terasa hadir di tempat yang salah. Pukulan bisa begitu tepat, begitu cepat, begitu “efektif”. Sayangnya, perlindungan justru tampak lambat, kabur, dan penuh jeda klarifikasi. Seorang anak kehilangan nyawa. Sebuah keluarga kehilangan masa depan dan publik kembali kehilangan kepercayaan. Dalam setiap peristiwa kekerasan oleh aparat, selalu ada pola komunikasi yang hampir seragam: peristiwa terjadi, simpati disampaikan, investigasi dijanjikan, lalu istilah “oknum” diluncurkan seperti sabun pembersih citra. Kata itu seolah menjadi tembok pemisah antara individu dan institusi. Padahal, jika kekerasan terus berulang dalam rentang waktu berbeda dan lokasi berbeda, publik berhak bertanya: apakah ini sekadar kebetulan per...
Foto bersama Pendamping Produk Halal(Mahasiswa/i Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang) dengan para Pelaku Usaha di Kecamatan Jabung Malang, LAPMI - Mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menunjukkan kontribusi konkret bagi masyarakat melalui program pendampingan sertifikasi halal bagi pelaku usaha mikro. Program ini dilaksanakan di Desa Sukolilo dan Desa Kemantren, Kecamatan Jabung, dengan dokumentasi kegiatan diambil pada Minggu, 1 Februari 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari penguatan peran Halal Centre UIN Malang dalam mendukung program nasional percepatan sertifikasi halal yang dikoordinasikan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Mahasiswa terlibat langsung dalam seluruh tahapan pendampingan, mulai dari aspek legalitas usaha hingga pengajuan sertifikat halal. Pada tahap awal, mahasiswa mendampingi pelaku usaha dalam proses penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem ...