Aksi Cipayung Plus Kota Malang
Malang,LAPMI - Cipayung Plus Kota Malang gelar aksi demonstrasi di gedung PDRP Kota Malang pada hari Jumat, 28 Februari 2025.
Aksi tersebut terdiri dari berbagai organisasi mahasiswa, diantaranya HMI (Himpunan Mahasiswa Islam), GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia), PMKRI (Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia), KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia), dan GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia).
Ratusan massa dan orasi mahasiswa di kantor DPRD Kota Malang dengan membawa tuntutan-tuntutan sebagai berikut:
1. Menuntut dan mendesak pemerintah pusat mengevaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG)
2. Menuntut pemerintah pusat agar pendidikan menjadi program perioritas nasional
3. Menuntut pemerintah pusat dan pemerintah kota Malang untuk memperhatikan dan mensejahterakan guru honorer
4. Mendorong pemerintah pusat untuk melakukan realokasi anggaran yang transparansi, adil dan akuntabel
5. Mendesak pemerintah pusat untuk menormalisasi anggaran transfer ke daerah dan desa
6. Mendesak pemerintah pusat untuk memprioritaskan pembangunan di daerah 3 T
7. Mendesak pemerintah pusat untuk mengevaluasi terhadap pelaksanaan dan model pengawasan Danantara
8. Menuntut dan mendesak pemerintah pusat segera mengesahkan RUU perampasan aset dan masyarakat adat
9. Menuntut pemerintah pusat untuk melakukan investasigasi dan mengadili pelaku korupsi pada BUMN Secara menyeluruh
10. Mendesak pemerintah dan menuntut pemerintah kota Malang untuk memperhatikan dan menyelesaikan tempat yg layak untuk PKL
11. Melindungi dan memberi stimulus terhadap pelaku UMKM di kota Malang.
Mirdan Idham selaku ketua umum HMI Cabang Malang menyatakan bahwa aksi yang digelarnya atas dasar kepentingan rakyat.
“Setiap aksi yang kami gelar tentu atas dasar kepentingan rakyat, khususnya di Kota Malang. Dari berbagai tuntutan yang kami bawa, tentu dengan itu kami mendesak pemerintah Kota Malang untuk memperhatikan kesejahteraan rakyat, dari maraknya permasalahan rakyat pada hari ini, maka pemerintah harus hadir untuk mengatasi semuanya”. Ungkap Mirdan
Selain itu, Muhammad husni selaku Koordinator Lapangan menilai bahwa Presiden Prabowo harus fokus pada pengembangan dan peningkatan pendidikan Indonesia.
“Kebijakan efisiensi anggaran oleh presiden Prabowo mestinya di fokuskan juga pada pengembangan dan peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia karena masih banyak anak yang putus sekolah, guru honorer yang belum sejahtera dan angkat pemuda yang melanjutkan di perguruan tinggi masih di bawah 1/2%”. Ungkap Husni
Lebih lanjut, ia juga menilai bahwa korupsi pada pengelolaan minyak yang dilakukan oleh Direktur PT. Pertamina Patra Niaga adalah perbuatan penghianatan pada rakyat.
“Dugaan korupsi pada pengelolaan minyak yang dilakukan oleh Direktur PT. Pertamina Patra Niaga adalah perbuatan penghianatan pada rakyat, kebohongan pada rakyat dan telah menipu rakyat. Selain itu tindakan yang dilakukan oleh Direktur tersebut dan dugaan pelaku lainnya sangat merugikan negara maka penegak hukum wajib mengusut secara tuntas dan memberi hukuman yang berat pada para pelaku”. Pungkasnya
Komentar
Posting Komentar